Gebyar Pajak 2026: Bapenda Umumkan Realisasi Pajak Sumenep Tembus 91 Persen Hingga Oktober, PBJT Sukses Lampaui Target

matalampion.com – Momentum Gebyar Pajak 2026 yang digelar secara spektakuler di Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep menjadi panggung utama bagi pengumuman kinerja keuangan daerah yang mengesankan. Dalam kesempatan istimewa tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membeberkan laporan capaian penerimaan kas daerah yang berhasil melesat jauh meninggalkan ekspektasi. Masyarakat yang hadir secara langsung turut menjadi saksi keberhasilan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan berorientasi pada hasil nyata.

Agenda utama yang menjadi sorotan dalam perhelatan ini adalah penyampaian informasi mengenai realisasi pajak daerah Kabupaten Sumenep yang sukses mencapai angka 91 persen hingga bulan Oktober. Persentase yang nyaris sempurna di kuartal akhir ini mencerminkan tingginya kesadaran serta ketaatan warga dalam berpartisipasi menyumbang pendapatan daerah. Angka ini juga menjadi indikator kuat bahwa program edukasi perpajakan yang dijalankan pemerintah daerah telah membuahkan hasil yang maksimal.

Hal yang paling menggembirakan dari paparan tersebut adalah performa luar biasa pada sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang berhasil melampaui target tahunan. Keberhasilan PBJT dalam melampaui angka proyeksi ini memberikan kelegaan finansial bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Capaian surplus dari sektor ini menandakan bahwa aktivitas konsumsi dan perekonomian riil di tengah masyarakat bergerak dengan dinamika yang sangat sehat.

Pengumuman keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bapenda Kab. Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H. Berdiri di atas panggung utama Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya menyapa seluruh tamu undangan dan warga dengan penuh semangat. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang tak kenal lelah mendukung program-program inovatif dari Bapenda, mulai dari wajib pajak hingga jajaran aparat desa.

Dalam sambutannya, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H. menekankan bahwa capaian realisasi 91 persen ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang berkesinambungan. Beliau menilai bahwa masyarakat kini tidak lagi memandang pajak sebagai sebuah beban, melainkan sebagai sebuah investasi pembangunan yang manfaatnya akan kembali ke lingkungan mereka sendiri. Harmonisasi inilah yang diyakini menjadi pendorong utama lonjakan penerimaan yang sangat menggembirakan tersebut.

Di balik gemilangnya angka realisasi ini, ada peran strategis dari Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Bapenda Kab. Sumenep, Akh. Sugiharto. Sebagai arsitek utama pengolahan data, Akh. Sugiharto menjamin bahwa sistem pencatatan administrasi penerimaan berjalan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Pemantauan yang ketat dari hulu ke hilir memastikan bahwa seluruh dana yang disetorkan warga langsung terakumulasi dengan akurat ke dalam kas daerah tanpa adanya kebocoran.

Akh. Sugiharto menyoroti secara khusus pencapaian PBJT yang melampaui target. Menurutnya, Bapenda telah merancang pemetaan potensi pajak barang dan jasa dengan sangat teliti sejak awal tahun, sehingga setiap peluang penerimaan dari sektor bisnis dapat dioptimalkan. Kemudahan sistem pelaporan berbasis digital yang diterapkan oleh Bidang Pengelolaan Pendapatan juga diakui menjadi katalisator bagi para pengusaha untuk segera menyetorkan pajaknya tepat waktu.

Pihak Bidang Pengelolaan Pendapatan di bawah komando Akh. Sugiharto juga berkomitmen untuk terus mengawal sisa target yang belum terealisasi di dua bulan terakhir. Optimalisasi sistem akan terus ditingkatkan guna meraup sisa potensi yang ada, sehingga Kabupaten Sumenep dapat mencetak rekor baru dalam sejarah penerimaan pajak daerah di penghujung tahun 2026.

Sinergi keberhasilan ini turut disempurnakan oleh kinerja apik Kepala Sub Bidang Penagihan dan Penyelesaian Keberatan, Achmad Afifi, S.E., MPA. Tugas berat dalam menangani tunggakan berhasil diselesaikan Achmad Afifi melalui pendekatan persuasif dan penyederhanaan proses penyelesaian sengketa pajak. Upaya jemput bola yang dilakukan tim penagihan ke berbagai pelosok wilayah berdampak langsung pada pencairan piutang yang sempat tertunda.

Achmad Afifi, S.E., MPA. menyadari bahwa sengketa perpajakan seringkali bermula dari minimnya informasi. Oleh sebab itu, ruang konsultasi dan mediasi dibuka seluas-luasnya untuk memfasilitasi wajib pajak. Keberhasilan dalam meminimalkan angka tunggakan inilah yang memberikan andil besar dalam mengatrol persentase realisasi pajak daerah hingga menyentuh level 91 persen di bulan Oktober.

Sorak sorai masyarakat yang memadati Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep menjadi penutup manis dari penyampaian kabar gembira tersebut. Pencapaian ini tidak hanya membuktikan keandalan sistem birokrasi, tetapi juga mempertegas komitmen Bapenda Sumenep dalam membangun perekonomian daerah yang kuat, mandiri, dan berkeadilan.