
Penyelenggaraan Gebyar Pajak 2026 menjadi panggung utama untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun rasa percaya antara pemerintah daerah dan para pembayar pajak. Bapenda menyadari betul bahwa antusiasme wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya adalah dorongan vital yang menjaga keberlanjutan roda pemerintahan. Melalui kegiatan ini, Bapenda ingin menegaskan bahwa setiap rupiah kontribusi yang disetorkan oleh warga dan pelaku usaha sangat dihargai serta dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur publik.
Kepala Bapenda Kab. Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., hadir dan memimpin langsung serangkaian prosesi penyerahan sertifikat penghargaan untuk wajib pajak dengan nominasi terpilih. Dalam kesempatan tersebut, Ferdiansyah Tetrajaya menyerahkan piagam secara simbolis kepada perwakilan desa, profesional, dan entitas bisnis. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi personal dari pucuk pimpinan Bapenda atas kepatuhan serta ketaatan administrasi yang ditunjukkan para nominator sepanjang tahun berjalan.
Dalam pidato arahannya di Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep, Kepala Bapenda Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang selaras antara Bapenda dan seluruh elemen wajib pajak. Beliau mengapresiasi keikutsertaan aktif masyarakat dan peran mitra yang konsisten mendukung kelancaran pemungutan pajak daerah. Ferdiansyah Tetrajaya menekankan bahwa kesadaran pajak yang tinggi adalah wujud gotong royong modern yang paling efektif dalam membangun Sumenep ke arah yang lebih maju.
Di balik suksesnya penyelenggaraan Gebyar Pajak 2026, peran Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Bapenda Kab. Sumenep, Akh. Sugiharto, sangatlah dominan. Akh. Sugiharto memimpin langsung seluruh tahapan pemutakhiran, verifikasi, serta audit data penerimaan pajak yang menjadi tolok ukur penilaian. Kejituan dan keakuratan sistem pengelolaan data yang diterapkan di bawah arahan beliau memastikan bahwa seluruh nominator yang keluar sebagai pemenang benar-benar memenuhi kriteria yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Akh. Sugiharto menuturkan bahwa penentuan pemenang di setiap nominasi dilakukan melalui analisis rekapitulasi data yang komprehensif. Aspek utama yang dinilai mencakup volume pembayaran, ketepatan waktu melunasi tagihan, serta kepatuhan pelaporan administrasi tanpa cela. Pendekatan berbasis data ini menjadikan penganugerahan Gebyar Pajak 2026 memiliki bobot profesionalisme yang tinggi, sekaligus memotivasi wajib pajak lain untuk meningkatkan histori pembayaran mereka di masa depan.
Aspek krusial lainnya yang turut menyukseskan program pendapatan daerah adalah pengawalan dari Kepala Sub Bidang Penagihan dan Penyelesaian Keberatan, Achmad Afifi, S.E., MPA. Melalui kepemimpinannya di bidang penagihan, Achmad Afifi senantiasa mengedepankan jalur komunikasi yang santun dan terbuka untuk membantu warga yang menghadapi kendala tunggakan. Pendekatan ini berhasil menekan angka sengketa dan mendorong wajib pajak untuk secara sukarela menyelesaikan kewajibannya.
Achmad Afifi, S.E., MPA., menyampaikan bahwa penghargaan yang diserahkan malam itu adalah bukti keberhasilan sinergi antara petugas penagihan dan wajib pajak di lapangan. Melalui penanganan keberatan yang cepat dan berkeadilan, Bapenda mampu merangkul berbagai pihak untuk kembali taat pajak. Ia berharap momentum perayaan di Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep ini semakin memperkuat kesadaran hukum dan transparansi di sektor perpajakan daerah.
Dalam pengumuman resmi Gebyar Pajak 2026, untuk Nominasi PBB dengan prestasi Desa Pelunasan PBB Tercepat, gelar Juara 1 secara resmi diraih oleh DESA TAMBAAGUNG TENGAH - KEC. AMBUNTEN. Posisi Juara 2 ditempati oleh DESA ALAS MALANG - KEC. RA'AS, dan Juara 3 diraih oleh DESA KAMBINGAN BARAT - KEC. LENTENG. Ketiga desa tersebut dinilai paling tanggap dalam mengordinasikan pemungutan PBB-P2 di wilayahnya.
Pada Nominasi BPHTB dengan Prestasi PPAT Dengan Kontribusi BPHTB Terbesar, posisi Juara 1 berhasil disabet oleh NAGHFIR, S.HI.,S.H.,M.KN.. Peringkat Juara 2 diraih oleh VERRA EKA PUJI ISKANDAR, SH., M.KN., serta Juara 3 diberikan kepada AKHMAD FAIZAL RIZANI, SH., M.KN. Apresiasi ini diberikan atas peranan penting PPAT dalam mengawal kelancaran transaksi bea perolehan hak atas tanah dan bangunan di Sumenep.
Sementara itu pada sektor usaha penginapan melalui Nominasi PBJT HOTEL dengan prestasi WP Dengan Pembayaran Terbesar, Juara 1 dianugerahkan kepada MYZE HOTEL. Di posisi Juara 2 berdiri PT. PERSADA INVESTAMA KARYA UTAMA (KABERAZ HOTEL), sedangkan Juara 3 diraih oleh PT. PERSADA INVESTAMA KARYA UTAMA DE BAGHRAF. Penghargaan ini menegaskan kontribusi besar sektor perhotelan terhadap pemasukan kas daerah.
Pada sektor industri makanan dan minuman melalui Nominasi PBJT RESTORAN dengan prestasi WP Dengan Pembayaran Terbesar, Juara 1 berhasil diraih oleh MYZE HOTEL RESTO. Untuk posisi Juara 2 ditempati oleh AMANISH, dan Juara 3 disematkan kepada MIE GACOAN. Ketaatan para pengelola usaha restoran ini patut dijadikan teladan bagi pelaku usaha kuliner lainnya di Kabupaten Sumenep.
Sebagai penghargaan pamungkas pada Nominasi PILIHAN dengan prestasi WP PBB-P2 Dengan Pembayaran Terbesar, Juara 1 secara mutlak diberikan kepada PT. GARAM. Kontribusi berlanjut dari PT. GARAM dalam melunasi PBB-P2 bernominal besar menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu penopang utama pendapatan daerah dari sektor korporasi.
Malam penganugerahan Gebyar Pajak 2026 di Lapangan Gotong Royong Kab. Sumenep ditutup dengan suasana hangat dan kebanggaan bersama. Sinergi antara kebijakan strategis Kepala Bapenda Ferdiansyah Tetrajaya, kecermatan pengelolaan data Akh. Sugiharto, serta pendekatan penagihan humanis Achmad Afifi, sukses membawa iklim perpajakan Sumenep semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan bersama.